info bromo wulan kepituInfo Bromo Wulan Kepitu, yang merujuk pada bulan ketujuh dalam kalender Masyarakat Tengger, memiliki nilai keagamaan yang tinggi.

Sebagai bagian dari tradisi, masyarakat setempat aktif mengamalkan “Laku Puasa Mutih” selama bulan ini, menunjukkan komitmen mereka untuk menjalani

 

kehidupan yang lebih sederhana dan mendekatkan diri kepada Tuhan Sang Maha Pencipta.

Perlu d’catat bahwa pada tahun 2020, pemerintah menetapkan Bulan Kepitu sebagai Bulan Bebas Kendaraan Bermotor (Car Free Month) pada kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Mulai dari tanggal 24 Januari 2020 hingga 24 Februari 2020.

kendaraan bermotor secara aktif d’larang memasuki beberapa kawasan, termasuk Laut Pasir Tengger, Savana Telletubies, dan sekitarnya.

Kebijakan tersebut d’implementasikan dengan tujuan untuk menahan perilaku duniawi, mempromosikan kesederhanaan, dan menciptakan lingkungan wisata yang lebih harmonis, terbebas dari hiruk pikuk dan polusi yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor.

Informasi ini Kami dapatkan dari Siaran Pers

Pada tahun 2019, Siaran Pers “Pembenahan Kegiatan Wisata Alam di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru” mendapatkan informasi bahwa keputusan tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan pelayanan

kepada pengunjung sambil tetap menghormati adat istiadat setempat, khususnya adat Masyarakat Tengger.

Sebagai langkah konkrit dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan menghormati nilai-nilai lokal, Balai Besar TNBTS meresmikan kebijakan tersebut.

Selama Bulan Bebas Kendaraan Bermotor, wisatawan masih dapat menikmati keindahan alam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dengan menggunakan alternatif transportasi seperti kuda, jalan kaki, tandu, atau sepeda, kecuali dalam situasi darurat yang memerlukan pertolongan darurat.

Kawasan TNBTS

Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memegang peran kunci sebagai wilayah

pelestarian alam dengan menerapkan sistem zonasi yang memungkinkan penggunaannya untuk berbagai tujuan, termasuk penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, budidaya, pariwisata, dan rekreasi.

Pemerintah telah menetapkannya sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), menjadikannya destinasi pariwisata unggulan di Jawa Timur.

Dengan memperhatikan keindahan alam dan keunikan budaya Tengger, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru berhasil menarik perhatian banyak wisatawan dan peneliti.

Tujuan dari penyampaian informasi ini adalah memberikan manfaat bagi para

pengunjung dan pihak terkait yang memiliki kepentingan dalam menjaga serta menikmati keberagaman alam dan budaya yang d’miliki oleh kawasan ini.

Informasi ini d’harapkan dapat memberikan pengingat dan pemahaman lebih lanjut kepada teman-teman. Atau para pengunjung yang seringkali memiliki kepentingan dalam mengeksplorasi pesona alam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Salam TOS (Tradisi, Organisasi, dan Sumberdaya) dalam menjaga keberlanjutan dan keberagaman alam.